Program Sekolah Kemitraan Jateng Buka Ribuan Kursi Gratis untuk Siswa Kurang Mampu

Pendidikan19 Dilihat

LIPUTANJATENG — Ribuan lulusan SMP di Jawa Tengah menghadapi keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap tahun. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Jawa Tengah menggandeng sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan Jawa Tengah.

Program ini menyediakan 5.004 kursi pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Pemprov Jateng membiayai pendidikan para peserta melalui APBD Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan 139 sekolah swasta.

139 Sekolah Swasta Ikut Program Kemitraan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia dari Jawa Pos Radar Semarang.

Jawa Pos Radar Semarang menyerahkan penghargaan tersebut dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 139 sekolah swasta ikut menjalankan Program Sekolah Kemitraan. Jumlah tersebut terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.

Pemprov Jateng menyiapkan 5.004 kursi untuk tahun ajaran 2026/2027. Hingga saat ini, sebanyak 3.676 siswa telah memperoleh tempat melalui program tersebut.

Program Sekolah Kemitraan membantu Pemprov Jateng mengatasi kesenjangan antara jumlah lulusan SMP sederajat dan daya tampung sekolah negeri.

Data tahun ajaran 2026/2027 mencatat SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah hanya memiliki daya tampung sekitar 231.724 siswa. Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat mencapai sekitar 567.500 siswa.

Artinya, sekolah negeri di Jawa Tengah hanya mampu menampung sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keluarga kurang mampu. Mereka membutuhkan akses pendidikan yang terjangkau agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah.

Melalui Sekolah Kemitraan, Pemprov Jateng membuka alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri. Program tersebut memungkinkan siswa melanjutkan pendidikan tanpa menanggung biaya sekolah.

Ahmad Luthfi: Penghargaan Bukan Tujuan Utama

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penghargaan dari Jawa Pos Radar Semarang bukan tujuan utama Program Sekolah Kemitraan. Menurutnya, penghargaan tersebut harus mendorong pemerintah untuk menghadirkan lebih banyak kebijakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Keberhasilan mendapatkan suatu piagam penghargaan bukan tujuan utama. Tetapi bagaimana penghargaan itu bisa memacu kita untuk membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Luthfi.

Baca Juga : https://liputanjateng.com/jawa-tengah-raih-penghargaan-tpid-provinsi-berkinerja-terbaik-2026/

Luthfi juga menilai pendidikan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Pemprov Jateng tidak hanya memberikan akses sekolah kepada siswa kurang mampu, tetapi juga mendorong mereka memperoleh masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Kemitraan ini memang kita gagas dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia, bagaimana kita mereduksi angka kemiskinan dari sekolah,” katanya.

Pemprov Jateng Akan Perluas Sekolah Kemitraan

Pemprov Jawa Tengah berencana memperluas Program Sekolah Kemitraan pada masa mendatang. Pemerintah juga akan memperkuat sekolah vokasi agar pendidikan semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Akan kita tambah lagi. Di tempat kita itu banyak sekolah vokasi. Kita tempelkan di perusahaan. Supaya pendidikan bisa dinikmati masyarakat, bisa mengubah hidup mereka sehingga bisa sejahtera,” ungkap Luthfi.

Pengembangan sekolah vokasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan pola tersebut, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kisah Noval, Siswa Penerima Sekolah Kemitraan

Salah satu siswa yang merasakan manfaat Program Sekolah Kemitraan adalah Noval Surya Saputra, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang.

Noval memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan melalui Program Sekolah Kemitraan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas Program Kemitraan,” kata Noval dengan mata berkaca-kaca.

Suasana haru mewarnai acara penganugerahan ketika Ahmad Luthfi memeluk dan mencium kening Noval. Radar Semarang mengundang Noval secara khusus sebagai salah satu penerima manfaat Program Sekolah Kemitraan.

Luthfi sebelumnya juga sempat bertemu dengan Noval ketika mengunjungi SMA Laboratorium UPGRIS pada hari pertama siswa tersebut masuk sekolah. Dalam kesempatan itu, gubernur berdialog langsung dengan Noval.

Pemprov Jawa Tengah berharap kerja sama dengan sekolah swasta terus berkembang. Pemerintah ingin semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan menempuh pendidikan menengah, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.

Selain Ahmad Luthfi, Jawa Pos Radar Semarang juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah. Mereka berasal dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *