Delik – KKN Posko 43 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Kesehatan Lingkungan menggelar edukasi mengenai waktu penguraian sampah kepada siswa SDN Delik 01, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai jenis sampah anorganik dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terurai. Materi yang diberikan juga menekankan penerapan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, terutama membiasakan siswa memilah dan menempatkan sampah sesuai jenisnya serta membatasi penggunaan plastik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan sejumlah sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup perkiraan waktu penguraian botol plastik sekitar 500 tahun, kaleng sekitar 200 tahun, dan kotak minuman sekitar 20 tahun. Sementara itu, styrofoam diperkenalkan sebagai salah satu material yang sulit terurai secara alami.
Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan permainan pemilahan sampah berdasarkan waktu penguraiannya. Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengenali jenis sampah sekaligus membedakan lama waktu penguraian masing-masing material.
Anggota Divisi Kesehatan Lingkungan KKN Posko 43 UIN Walisongo Semarang, Shorichatul Munawwaroh, mengatakan edukasi tersebut diberikan untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada siswa sejak dini.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN Posko 43 UIN Walisongo dalam memberikan pemahaman kepada siswa SDN Delik 01 tentang pentingnya menjaga lingkungan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kepedulian siswa sejak dini melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempat yang tersedia dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai, khususnya yang berbahan plastik dan kaleng,” ujar Shorichatul Munawwaroh.
Guru SDN Delik 01, Ummi Kusnianti, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan tambahan kepada siswa mengenai pengelolaan sampah.
“Kegiatan dilakukan dengan tertib dan ramah dengan anak-anak serta memberikan banyak pengetahuan dan manfaat bagi anak-anak sejak dini, terutama mengenai berapa lama sampah dapat terurai di bumi serta cara mengendalikan sampah anorganik, khususnya sampah plastik,” ungkap Ummi Kusnianti.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai waktu penguraian sampah, tetapi juga diajak mengenali pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai tempatnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program KKN Posko 43 UIN Walisongo di Desa Delik dalam bidang kesehatan lingkungan.





