Ciptakan Sekolah Aman dan Ramah Anak, Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Gelar Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri Ngajaran 2

Pendidikan90 Dilihat

NGAJARAN, TUNTANG – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak terus ditanamkan sejak dini. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan perundungan (anti-bullying) di SD Negeri Ngajaran 2, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

Pihak sekolah menyambut positif dan mendukung kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang. Edukasi mengenai perundungan dinilai penting diberikan kepada siswa sejak dini agar mereka mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghargai.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian adik-adik mahasiswa KKN yang telah membantu memberikan edukasi anti-bullying di sekolah kami. Pemahaman ini sangat penting agar anak-anak menyadari dampak buruk perundungan serta tumbuh menjadi pribadi yang saling menyayangi sesama teman,” ujar pihak sekolah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi dengan metode yang komunikatif dan ramah terhadap anak. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis perundungan, meliputi perundungan fisik, verbal, dan sosial. Selain mengenali bentuk-bentuk perundungan, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak yang dapat ditimbulkan oleh tindakan tersebut terhadap korban maupun lingkungan sekolah.

Mahasiswa juga mengajak siswa untuk berani mengambil tindakan ketika menghadapi situasi perundungan. Siswa diberikan pemahaman bahwa mereka tidak perlu menghadapi perundungan seorang diri dan para siswa dapat melaporkan tindakan tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Dengan demikian, tindakan perundungan dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan.

Agar penyampaian materi lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif, mahasiswa KKN menggunakan media edukatif kreatif berupa “Pohon Harapan”. Media ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan pesan, komitmen, serta harapan mereka terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, damai, dan menyenangkan.

Setelah mendapatkan materi, para siswa diberikan kertas sticky notes berwarna-warni. Setiap siswa diminta menuliskan pesan kebaikan, komitmen untuk tidak melakukan bullying, serta harapan mereka untuk sekolah. Setelah selesai menulis, siswa secara bergiliran menempelkan sticky notes tersebut pada bagan Pohon Harapan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam mengisi Pohon Harapan dengan berbagai pesan positif. Media tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk melihat pemahaman siswa setelah menerima materi, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mengenai lingkungan sekolah yang mereka inginkan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang berperan mulai dari menyiapkan materi yang sesuai dengan karakteristik siswa, menyampaikan edukasi secara interaktif, memandu kegiatan Pohon Harapan, mendampingi siswa, hingga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan edukasi anti-bullying tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang berharap siswa dapat menerapkan sikap saling menghargai, menyayangi, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah sederhana dalam membangun SD Negeri Ngajaran 2 sebagai sekolah yang aman, ramah anak, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *