Konsistensi Pemprov Jateng Beri Penghargaan Santri Penghafal Al-Qur’an

Sosial112 Dilihat

Liputanjateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen spiritual dan sosialnya melalui dukungan berkelanjutan bagi para penjaga kalam ilahi. Secara konsisten, Pemprov Jateng menyalurkan penghargaan kepada para santri di wilayahnya yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Langkah ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi intelektual dan spiritual para santri.

Apresiasi Nyata Pemprov Jateng di Wisuda Tahfidh Kudus

Momen terbaru dari kebijakan ini terlihat dalam acara Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus, pada Senin malam, 11 Mei 2026. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, hadir secara langsung untuk memberikan penghargaan berupa tali asih atau bisyaroh kepada enam santri yang telah mengkhatamkan hafalan mereka. Kehadiran pejabat publik dalam prosesi sakral ini menegaskan bahwa pembangunan karakter berbasis agama menjadi prioritas utama di Jawa Tengah.

Adapun keenam santri yang menerima penghargaan tersebut mencerminkan keberagaman latar belakang daerah yang menimba ilmu di Jawa Tengah. Berikut adalah daftar santri penerima penghargaan:

  • Wahyu Indra Maulana (Pati)
  • Shihab Labib Ruwaifi Iswandy (Muko-Muko, Bengkulu)
  • Roihan Muhammad Iqbal Farid (Kudus)
  • Ahmad Syauqi Muhammad (Probolinggo, Jawa Timur)
  • Mochamad Hakiki (Semarang)
  • Ahmad Bayu Al Azhar (Jepara)

Daftar ini membuktikan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi magnet pendidikan pesantren bagi santri dari berbagai penjuru nusantara.

Kebijakan Bisyaroh Inklusif Tanpa Batas Wilayah administratif

Menariknya, kebijakan pemberian bisyaroh bagi santri penghafal Al-Qur’an ini bersifat sangat inklusif. Taj Yasin menekankan bahwa bantuan ini diberikan kepada setiap anak yang menyelesaikan hafalan 30 juz di Jawa Tengah, tanpa memandang asal daerah asal mereka.

“Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih sebesar Rp1 juta,” tegas Taj Yasin.

Prinsip keadilan ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap prestasi keagamaan melampaui batas-batas administratif daerah.

Alokasi Dana APBD Jawa Tengah untuk Kemaslahatan Umat

Secara teknis, program apresiasi ini didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah sebagai wujud nyata penggunaan anggaran daerah untuk kemaslahatan umat. Data menunjukkan efektivitas program ini sepanjang tahun 2025, di mana tercatat sebanyak 1.041 santri telah menerima tali asih tersebut.

With total penyaluran dana mencapai Rp1,041 miliar, angka ini menjadi bukti kuat bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat pesantren guna memberikan motivasi dan perhatian konkret. Program yang dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin ini diharapkan mampu membawa efek domino yang positif bagi lingkungan sekitar.

Investasi Jangka Panjang dalam Membentuk Moralitas Bangsa

Selain memotivasi santri, Taj Yasin berharap keberpihakan anggaran pada sektor keagamaan ini dapat mendatangkan keberkahan bagi daerah Jawa Tengah. Menurutnya, menghargai para penghafal Al-Qur’an adalah investasi jangka panjang dalam membangun moralitas bangsa yang kuat dan berakhlakul karimah.

Lebih dari sekadar seremoni formalitas, prosesi khataman merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap perjuangan panjang seorang santri dalam menjaga orisinalitas kitab suci. Namun, Taj Yasin mengingatkan bahwa pencapaian 30 juz bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia berpesan agar para santri tidak lengah dan terus merawat hafalan tersebut agar tetap melekat dalam ingatan serta teraplikasi dalam perilaku sehari-hari.

Meneladani Kecintaan Terhadap Al-Qur’an

Menutup arahannya, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini mengajak para hadirin untuk meneladani kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Ia mengisahkan bagaimana para ulama terdahulu menjadikan ayat-ayat suci sebagai sumber ketenangan jiwa dan pelembut hati di tengah dinamika kehidupan.

Dengan konsistensi program tali asih ini, Pemprov Jateng berharap semangat literasi dan internalisasi nilai-nilai luhur Al-Qur’an akan terus tumbuh subur sekaligus memperkokoh pondasi karakter generasi muda di bumi Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *