Disaster Network Kembangkan Green Psychological Preparedness Lansia, Hasil Program Home Visit Dibukukan melalui LYBRARY

Sosial10 Dilihat

Yogyakarta — Disaster Network mengembangkan pendekatan Green Psychological Preparedness Lansia, sebuah konsep kesiapan psikologis lansia dalam menghadapi bencana yang mengintegrasikan perspektif psikologi, lingkungan, dan pengurangan risiko bencana. Pengembangan ini berangkat dari program Home Visit Lansia yang dilaksanakan Disaster Network sebagai upaya memperkuat psychological preparedness atau kesiapan psikologis lansia dalam menghadapi ancaman bencana.

Gagasan tersebut dikembangkan oleh Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, dari Disaster Network, dan  dibukukan melalui program LYBRARY (Literacy for You and Community Library). Buku yang berjudul Green Psychological Preparedness Lansia: Integrasi Psikologi dan Ekologi dalam Pengurangan Risiko Bencana ini dirancang untuk mendokumentasikan pemikiran konseptual sekaligus praktik pendampingan lansia dalam konteks kebencanaan.

Program Home Visit Lansia menjadi salah satu bentuk pendekatan Disaster Network dalam memahami kesiapan lansia melalui interaksi langsung di lingkungan tempat tinggal mereka. Kunjungan rumah memungkinkan pendamping mengenali kebutuhan psikologis, persepsi terhadap ancaman, kemampuan mengelola emosi, keyakinan terhadap kemampuan diri, kondisi lingkungan rumah, serta ketersediaan dukungan keluarga dan komunitas.

Pendekatan ini menempatkan lansia bukan semata-mata sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan, melainkan sebagai individu yang memiliki pengalaman hidup, kapasitas adaptasi, pengetahuan lokal, dan potensi untuk berpartisipasi dalam pengurangan risiko bencana.

Konsep Green Psychological Preparedness Lansia menekankan bahwa kesiapan psikologis tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat lansia menjalani kehidupan sehari-hari. Rumah, akses evakuasi, kondisi lingkungan alam, informasi peringatan dini, hubungan sosial, dan ketersediaan bantuan dapat memengaruhi kemampuan lansia memahami risiko dan mengambil keputusan ketika bencana terjadi. Kata green dalam konsep ini tidak hanya merujuk pada keberadaan tanaman atau ruang hijau, tetapi juga pada perspektif ekologis yang melihat hubungan timbal balik antara manusia, lingkungan, dan keberlanjutan. Lingkungan yang mendukung perlu mempertimbangkan keselamatan, aksesibilitas, kenyamanan, serta kebutuhan lansia dalam menghadapi ancaman yang berbeda-beda.

Melalui pendekatan tersebut, kesiapsiagaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan mengenai bencana, tetapi juga pada penguatan regulasi emosi, efikasi diri, kemampuan mengambil keputusan, adaptasi lingkungan, serta keterampilan mengenali dan meminta bantuan.

Dr. Listyo Yuwanto mengembangkan gagasan ini melalui perspektif Psikologi Bencana yang dipadukan dengan Psikologi Lingkungan dan praktik pengurangan risiko bencana. Pengalaman pendampingan melalui Home Visit Lansia menjadi konteks penting untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata lansia di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam penerapannya, kunjungan rumah dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan lansia, mengevaluasi hambatan lingkungan, mendiskusikan rencana kesiapsiagaan, serta membangun kesepakatan dukungan dengan keluarga maupun komunitas. Pendekatan ini perlu disesuaikan dengan kondisi individual, karakter ancaman setempat, dan pilihan lansia sendiri.

BACA JUGA : 

Dokumentasi melalui buku diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengetahuan dan praktik pendampingan tersebut. Buku ini juga dirancang sebagai bahan referensi bagi praktisi psikologi, relawan kemanusiaan, pendamping lansia, keluarga, komunitas, mahasiswa, serta pihak yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana.

Pembukuan hasil pengembangan program ini merupakan bagian dari peran LYBRARY sebagai inisiatif literasi yang menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Melalui dokumentasi tertulis, pengalaman praktik dan gagasan konseptual diharapkan dapat dipelajari, dikembangkan, dan menjadi inspirasi bagi inisiatif serupa.

Bagi Disaster Network, pengembangan Green Psychological Preparedness Lansia merupakan bagian dari upaya memperkuat pengurangan risiko bencana yang lebih inklusif, berorientasi pada manusia, dan mempertimbangkan hubungan antara kondisi psikologis dengan lingkungan.

Pada akhirnya, kesiapan lansia menghadapi bencana tidak cukup dibangun melalui penyampaian informasi semata. Kesiapan perlu diperkuat melalui pendampingan yang menghargai pengalaman hidup, memahami kebutuhan individual, menyediakan lingkungan yang lebih aman, dan membangun dukungan sosial yang berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *