LIPUTANJATENG.COM – Kasus keracunan MBG di Jateng mencapai 13.000 korban dalam setahun terakhir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengatakan jumlah tersebut berasal dari 77 kasus keracunan yang terjadi di berbagai kabupaten/kota.
“(Korban keracunan) tinggi sudah di Jawa Tengah, dari kabupaten/kota sudah 13 ribuan,” kata Gus Yasin yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah di Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Selasa (29/9/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sebanyak 13.000 orang menjadi korban dari 77 kasus keracunan yang berkaitan dengan program MBG selama satu tahun terakhir.
Pemprov Jawa Tengah kemudian mengumpulkan seluruh ketua Satgas Percepatan MBG tingkat kabupaten/kota. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat langkah pencegahan.
“Kita lagi rapat menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada di Jawa Tengah. Kita tertibkan semuanya, sudah kita laporkan ke BGN, baik itu di tingkat provinsi maupun ke pusat. Yang jelas kami nggak pengin ada kejadian luar biasa lagi,” ujar Gus Yasin.
Satgas MBG Bisa Sidak SPPG
Gus Yasin mengatakan Satgas MBG tingkat kabupaten/kota kini dapat melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, kewenangan tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan setelah program MBG berjalan. Satgas tidak lagi hanya bertugas mempercepat pelaksanaan program, tetapi juga memastikan standar layanan tetap terpenuhi.
“Satgasnya boleh melakukan inspeksi-inspeksi langsung ke SPPG-SPPG untuk menertibkan. Itu yang paling utama kuncinya,” kata Gus Yasin.
Ia menambahkan pengawasan perlu diperkuat karena program MBG telah memasuki tahap pelaksanaan di berbagai daerah.
“Satgas kita itu ingin kita upgrade. Dulu itu kita percepatan. Sekarang sudah berjalan. Ya kalau sudah berjalan kita harus ada pengawasan yang lebih kuat,” lanjutnya.
SPPG di Pati dan Blora Disuspend
Gus Yasin juga menyebut sejumlah SPPG di Kabupaten Pati dan Blora telah mendapat tindakan penghentian sementara atau suspend. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan mengenai kondisi SPPG yang dinilai bermasalah dan berkaitan dengan kejadian keracunan.
“Alhamdulillah di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, ketua satgasnya kooperatif sehingga sudah banyak (SPPG) yang sudah di-suspend,” ujarnya.
Menurut Gus Yasin, tindakan suspend dilakukan berdasarkan laporan dan hasil evaluasi terhadap kondisi SPPG. Pemerintah daerah dapat memberikan laporan dan rekomendasi, sedangkan keputusan penghentian sementara tetap berada pada pemerintah pusat.
“Sudah saya sampaikan (suspend) kewenangan Satgas. Kita sudah laporkan dan dibuktikan tadi dari Kabupaten Pati, Kabupaten Blora yang dilaporkan SPPG-nya kurang baik bisa di-suspend, banyak yang sudah di-suspend. Untuk suspend-nya tetap langsung dari pusat,” jelas Gus Yasin.
Pemprov Jawa Tengah berharap penguatan pengawasan dapat mencegah terulangnya kasus keracunan MBG di Jateng. Pemerintah daerah juga diminta aktif memantau kondisi SPPG dan segera melaporkan temuan yang berpotensi mengganggu keamanan makanan.









