Kebakaran Pasar Modern BSB Semarang, Pedagang Rugi Ratusan Juta Rupiah

Berita53 Dilihat

Semarang – Peristiwa kebakaran kembali menimpa fasilitas perdagangan di Kota Semarang. Kali ini api melanda Pasar Modern BSB yang terletak di Kecamatan Mijen, Minggu (26/7/2026). Sejumlah besar barang dagangan milik pedagang hangus terbakar, dengan perkiraan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah.

Kronologi Terjadinya Kebakaran

Berdasarkan keterangan Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, laporan masuk ke petugas sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Tadi menurut informasi dari pengelola di sini, sumber api berasal dari tabung gas. Ibu yang berada di lokasi hendak memasang tabung gas yang bocor, sementara di dekatnya masih ada kompor yang menyala. Akhirnya api menyambar gas yang bocor tersebut,” jelas Tantri di lokasi kejadian.

Api dengan cepat membesar, diperparah dengan kondisi angin yang cukup kencang di lokasi serta adanya material peredam di bagian atas bangunan yang mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian dalam pasar.

Kondisi Lokasi dan Dampak Kebakaran

Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing dagangan seperti ikan, daging ayam, buah-buahan, sembako, hingga mainan berserakan dan hangus. Genangan air sisa operasi pemadaman masih terlihat memenuhi bagian dalam pasar. Bau asap dan benda terbakar masih tercium kuat di sekitar lokasi.

Bagian sisi barat pasar sebagian barang masih sempat diselamatkan warga, sedangkan area sisi timur dan bagian dalam pasar hampir seluruhnya hancur tak tersisa. Tantri Pradono menyebutkan bahwa total terdapat 179 kios yang berada di lingkungan pasar, namun tidak semuanya terdampak parah. Kerusakan paling banyak terjadi pada area di dalam gedung pasar, sementara lapak yang berada di luar bangunan relatif aman.

Kerugian yang Dialami Pedagang

Para pedagang yang mengalami musibah mengaku sangat terpukul. Salah satunya Sutiyo (55), pedagang sembako yang saat kejadian sedang berada di luar lokasi. Ia segera kembali ke pasar setelah mendapat kabar kebakaran, namun apa yang dilihatnya membuatnya terpukul.

“Saya tadi sedang beribadah, lalu dikabari ada kebakaran. Saat tiba di sini, semuanya sudah terbakar habis. Baru saja saya beli stok beras dan minyak sekitar Rp30 juta, kini semuanya musnah. Kalau dihitung keseluruhan, kerugian saya berkisar Rp300 hingga Rp400 juta, bisa saja lebih,” ungkap Sutiyo sambil menatap lapaknya yang hangus.

Ia menambahkan barang-barang yang tersisa seperti mi instan sudah tidak layak dijual dan hanya bisa dikonsumsi sendiri atau dibuang. Hingga saat ini ia belum tahu apakah akan kembali berjualan atau harus berhenti sementara, dan berharap ada jaminan ganti rugi dari asuransi yang disediakan pengelola pasar.

Pedagang lain, Gito (61), yang berjualan telur, ikan asin, kerupuk, dan tempe juga mengalami nasib serupa. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah. “Barang dagangan saya habis terbakar. Tapi yang paling penting nyawa kami selamat. Sekarang saya belum tahu mau berjualan di mana, saya hanya fokus menyelamatkan apa yang tersisa dulu,” ujarnya dengan nada pasrah.

Berbeda dengan pedagang lainnya, Dimas (26) yang berjualan mainan sempat menutup stroller dagangannya saat melihat api mulai menjalar. Usahanya itu membuat sebagian barangnya aman, namun struktur atap tempat berjualan sudah rusak terkena dampak kebakaran. Besaran kerugian yang dialaminya masih dalam proses perhitungan.

Langkah Selanjutnya

Hingga saat ini petugas Damkar masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah kerusakan dan nilai kerugian yang terjadi akibat peristiwa ini. Petugas juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kehati-hatian saat menggunakan peralatan memasak dan tabung gas. Pengguna diminta selalu memeriksa kondisi selang dan katup sebelum digunakan, serta menjauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api.

Informasi selengkapnya mengenai prosedur keselamatan kebakaran dapat dilihat melalui situs resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait peringatan cuaca yang berpotensi memperparah penyebaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *