Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Soroti Atap Rembes

Berita74 Dilihat

Sragen – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau kondisi bangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah ada informasi yang menyebutkan pembangunan sudah dinyatakan rampung, namun saat diperiksa masih ditemukan sejumlah kekurangan teknis yang berpotensi mengganggu kenyamanan penghuni.

Hasil Peninjauan Langsung

Saat tiba di lokasi, Dody langsung berkeliling memeriksa sejumlah fasilitas utama mulai dari asrama putri, asrama putra, hingga area kantin sekolah. Pengamatannya langsung menemukan sejumlah masalah yang belum tertangani dengan baik, seperti atap yang masih menetes saat hujan dan saluran air yang belum berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya diberitahu pekerjaan sudah selesai semua, makanya saya datang ke sini mengecek langsung. Ternyata masih ada bagian-bagian kecil yang belum sempurna. Terlihat jelas pekerjaan kamar mandi belum tuntas total, sehingga masih ada air yang merembes atau menetes di beberapa titik,” ujar Dody di lokasi peninjauan.

Ia kemudian memberikan arahan tegas kepada petugas pelaksana agar segera memperbaiki seluruh kekurangan tersebut. Khusus untuk bagian atap dan talang air, Dody meminta diperiksa satu per satu secara menyeluruh.

“Tolong segera diperbaiki semuanya. Cek setiap kamar mandi, jangan sampai masih ada yang bocor. Begitu juga dengan talang-talang air, periksa semuanya sekarang saat cuaca masih cerah. Jangan sampai nanti ternyata salurannya buntu semua. Saya minta dipastikan air mengalir lancar ke tempat pembuangan,” tegasnya.

Penyebab dan Target Penyempurnaan

Dody menyadari ketidaksempurnaan ini muncul karena adanya keterburuan menyelesaikan pembangunan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Meski demikian, ia menegaskan kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan demi kecepatan waktu.

“Memang waktunya agak terburu-buru, itu saya maklumi. Tapi kita harus tetap menyempurnakannya sampai benar-benar layak pakai. Apa yang kita berikan untuk adik-adik kita ini harus berkelas, bukan bangunan yang asal jadi saja. Sesuai arahan Presiden, kita harus benar-benar memuliakan anak-anak kita yang berasal dari keluarga prasejahtera,” ucapnya.

Secara keseluruhan, pembangunan fisik Sekolah Rakyat Sragen memang sudah rampung. Namun kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa definisi “selesai” bukan sekadar berdiri bangunan, melainkan fasilitas yang berfungsi sempurna dan aman digunakan.

“Secara administrasi pekerjaan sudah dinyatakan selesai. Tapi saya ingin memastikan apa makna dari kata selesai itu sendiri. Ternyata masih ada bagian asrama yang belum sepenuhnya siap digunakan. Saat ini penghuni asrama rintisan memang masih dalam masa libur, jadi belum menempati. Nanti yang akan masuk adalah siswa baru yang akan menggunakan fasilitas ini. Sambil mereka belum masuk, kita perbaiki dan sempurnakan segala hal yang masih kurang,” jelas Dody.

Komitmen Pemerintah

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. Program ini dirancang khusus untuk menyediakan tempat belajar dan tempat tinggal yang layak bagi siswa yang kurang mampu namun memiliki potensi akademik yang baik.

Pemerintah berkomitmen memastikan setiap bangunan yang dihasilkan mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan dukungan maksimal bagi proses belajar mengajar. Setiap temuan kekurangan di lapangan akan segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Informasi lebih lanjut terkait kebijakan pembangunan infrastruktur dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *