Panen Jagung di Sukoharjo, Luthfi Tegaskan Jateng sebagai Lumbung Pangan

Budaya22 Dilihat

LIPUTANJATENG.COM – Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga lumbung jagung nasional. Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton sepanjang 2025.

Sukoharjo turut memberikan kontribusi terhadap produksi jagung Jawa Tengah. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, produksi jagung Sukoharjo mencapai 6.449 ton.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo menghadiri panen jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kamis (1/10/2026).

Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo, kepala desa se-Kecamatan Weru, penyuluh pertanian, serta sekitar 100 petani jagung turut menghadiri kegiatan tersebut.

Setelah melakukan panen secara simbolis, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani. Kegiatan kemudian berlanjut dengan sarasehan bersama para petani.

Produksi Jagung Jawa Tengah Capai 3,7 Juta Ton

Ahmad Luthfi mengatakan Jawa Tengah tidak hanya menjadi salah satu daerah penghasil padi, tetapi juga memiliki peran penting dalam produksi jagung nasional.

“Jawa Tengah meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional. Tidak hanya padi, melainkan juga jagung,” ujar Luthfi.

Ia menyebut produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3,7 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 17,02 persen dari total produksi jagung nasional.

Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah berada di posisi kedua sebagai daerah produsen jagung terbesar secara nasional.

Sementara itu, produksi jagung Jawa Tengah pada periode Januari hingga September 2026 telah mencapai 2,68 juta ton. Luthfi optimistis produksi tersebut dapat terus meningkat hingga memenuhi target nasional pada Oktober 2026.

“Jadi, kami sangat optimistis produksi jagung bisa memenuhi target nasional pada Oktober. Termasuk Sukoharjo yang menjadi daerah penyumbang produksi jagung Jawa Tengah,” katanya.

Ketersediaan Air Jadi Perhatian

Luthfi menjelaskan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah mencapai swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Jawa Tengah terus mendorong penyediaan sumber air untuk lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung.

Selain air, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Luthfi mengatakan persoalan kelangkaan pupuk yang sebelumnya kerap terjadi saat musim tanam kini terus ditekan.

“Kemudian soal pupuk bersubsidi. Dulu, petani sulit mencari pupuk saat masa tanam. Sekarang, tidak ada lagi petani yang kekurangan pupuk,” imbuhnya.

Produksi Jagung Sukoharjo Capai 6.449 Ton

Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan daerahnya memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman pangan. Selain padi, Sukoharjo juga mengembangkan jagung sebagai salah satu komoditas penghasil karbohidrat.

Eko menyebut produksi jagung Sukoharjo saat ini mencapai 6.449 ton. Menurut dia, peningkatan produksi jagung tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Pemerintah mendorong penambahan luas tambah tanam untuk mendukung peningkatan produksi jagung. Penambahan luas tanam jagung dilakukan dengan mengoptimalkan lahan tidur atau lahan tidak produktif,” jelas Eko.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap kegiatan panen tersebut dapat mendorong petani meningkatkan produktivitas. Optimalisasi lahan yang belum produktif juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas areal tanam jagung di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed