• Jelajahi

    Copyright © Liputan Jateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Olahraga Dalam Psikologi Islam - Drs. Soleh Amini Yahman. MSi.Psikolog

    Last Updated 2023-02-07T02:06:24Z


    Drs. Soleh Amini Yahman. MSi.Psikolog

    Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta


    Dalam perspektif atau sudut pandang psikologi Islam, olah raga bukanlah sekedar mengolah badan agar menjadi bugar semata, tetapi jauh daripada itu oleh raga ditempatkan pula sebagai suatu aktivitas olah badan sekaligus oleh bathin atau olah jiwa, sehingga dengan olah raga tersebut akan dihasilkan kebugaran jasmaniah dan kebugaran rohaniah yang seimbang. Dengan terciptnya keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani ini maka slogan  dalam olah raga yang berbunyi “didalam badan yang kuat terdapat jiwa yang sehat” akan benar-benar dapat terwujut.


    Kecanggihan inovasi teknologi dalam berbagai dimensi kehidupan pada masa dewasa ini membuat dunia olah raga tidak dapat lagi hanya mengandalkan pada bakat, kekuatan, kecepatan, latihan-latihan fisik saja guna meningkatkan prestasi atlet dan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu faktor lain yang harus dipertimbangkan  dan diperhitungkan adalah pemenuhan aspek psikologi dalam berolah raga, yakni pemupukan rasa percaya diri, kebersamaan, pengakuan, jaminan masa depan, yang kesemuanya itu bisa memberikan ketenangan bathin pada pelaku olah raga atau atlet. Dalam perspektif saya sebagai psikolog, kegiatan oleh raga yang dilakukan oleh masyarakat kita terbagi dalam dua motivasi, yaitu motivasi untuk mencapai prestasi (menjadi juara) dan olah raga yang bersifat rekreatif ( untuk sosialisasi, lobbi, hobby, kesehatan, katarsis dan sebagainya).


    Agama islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan aktivitas beroleh raga, bahkan dalam gerakan sholat yang setiap hari dilakukan oleh umat islam ternyata bukan sekedar mengandung aspek spiritual saja tetapi juga mengandung aspek olah raga ini. Sholat yang dilakukan secara tertip, benar dan tumakninah, tidak hanya akan memberikan kebugaran ruhaniah (tenang, tenterem, ayem) tepi juga sekaligus menciptakan kebugaran fisik yang nyata.

    Dengan melakukan olah raga  secara benar, sesuai dengan porsi dan aturan , insya allah akan terbentuk insan-insan yang sehat secara jasmani dan rohani. Melalui olah raga seseorang diajarkan bagaimana ia dapat mengendalikan emosinya, mengatur afeksinya, memfungsikan fungsi kognitifnya, serta dilatih untuk memberdayakan potensi-potensi rohaniah yang lainnya seperti ketaatan pada aturan, semangat pada sportifitas, dididik menjadi kestraia, kedisiplinan, berkompetisi secara sehat, kekompakan pada team, menghargai kemenangan atau kekalahan. Jika ada orang yang mengamuk karena kalah dalam suatu pertandingan olah raga tertentu, itu pertanda olah raganya baru sampai pada tataran olah raga fisik , belum menyentuh pada olah raga bathin, sehingga nilai-nilai luhur dari kegiatan olah raga sebagai tersebut diatas, belum terinternalisasi dalam diri orang tersebut. Oleh karena itu oleh raga yang benar dan baik adalah jenis olah raga yang memadukan aspek olah fisik, olah rasa dan olah jiwa.

    Manfaat Berolah Raga.

    Dalam perspektif Psikologi Islam, ada tiga fungsi utama dari kegiatan berolah raga. Pertama adalah menjaga diri (self defense). Dengan berolahraga fisik seseorang menjadi kuat. Latihan yang kontinu dan teratur akan  memunculkan manfaat kebugaran, dan energi agar bisa membela diri dari serangan musuh. Pembelaan dan penjagaan diri adalah tuntunan dasar. Mempertahankan nyawa adalah satu dari kelima hak yang dilindungi dalam Islam (dharuriyat al-khamsah).


    Kedua, menjalin dan mengembangkan tali silaturahmi antara sesama manusia. Kompetisi, pertandingan, perlombaan olah raga yang banyak dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai skala, dari pertandingan olah raga tingkat RT/RW, Nasional atau bahkan tingkat dunia , selain sebagai wujut aktualisasi diri sendiri, bangsa  atau kelompok/club olah raga untuk menjadi yang terbaik, juga dimaksudkan untuk membangun ikatan silaturahmi, paseduluran sehingga dari kegiatan pertandingan olah raga itu muncul kekompakan bukan pergolakan dan pertikaian. Olah raga akan meningkatkan ukhuwah atau persatuan, jika dilakukan semata mata untuk tujuan olah raga itu sendiri. Munculnya kekisruhan dalam berbagai pertandingan olah raga , tiada lain penyebabnya adalah karena tujuan olah raga itu telah diselewengkan sedemikian rupa  untuk tujuan yang bukan sebenarnya.


    fungsi olahraga yang ketiga adalah menjaga kesehatan tubuh. Fisik yang sehat adalah anugerah tak terkira dari sang khalik. Karunia itu harus tetap dijaga sebagai bentuk syukur. Ada banyak cara menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat, seperti asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Selain itu, olahraga merupakan cara yang jitu. Dengan berolahraga, aliran darah lancar dan metabolisme tubuh menjadi seimbang.

     

    Sholat dan Olah Raga

                Sholat sebagai salah satu ritual ibadah islam yang setiap hari wajib ditegakkan oleh umat islam, ternayata tidak hanya mengandung nilai-nilai spiritual saja, tetapi juga mempunyai aktivitas fisikal untuk mengendorkan badan dan jiwa dari segala ketegangan serta menumbuhkan perasaan kedamaian dan kepuasan, shalat juga mempunyai hikmah untuk mengatasi gangguan-gangguan kejiwaan pada umumnya dan gangguan-gangguan kecemasan pada khususnya, karena didalam shalat mengandung aspek olah raga, aspek meditasi, aspek autosugesti dan aspek kebersamaan.


    Menurut Prof.Dr.Djamaludin Ancok dan Arief Wibisono Adi (1984, 1985) shalat yang sifatnya isotonik mengandung unsur badan dan jiwa serta menghasilkan  bio-energi, sebetulnya mempunyai efek mengurangai kecemasan yang lebih nyata dan lebih besar bila dibandingkan dengan olah raga senam biasa yang sifatnya isometrik, terutama hanya menyangkut unsur badan saja dan bahkan mengeluarkan energi. Dengan dihasilkannya bio-energi pada shalat itu maka individu yang mengerjakan  sholat dengan sungguh-sungguh akan dapat mencapai equilibrium  atau keseimbangan pada badan/fisik dan jiwanya sehingga menghasilkan rasa tenang dan harmoni pada pribadi orang tersebut, dalam arti tidak mudah stress, tidak gampang terjangkit penyakit dan daya tahan tubuh yang kuat.


    Olah Raga Dalam Puasa

                Tidak kurang dari satu bulan lagi kita semua akan memasuki bulan ramadahan 1444 H, bulan puasa wajib bagi umat Islam. Masihkan perlukah berolah raga di saat kita berpuasa ?  Puasa ramadhan atau saum sebagai ibadah wajib bagi umat islam tidak boleh dijadikan sebagai alasan pembenar untuk tidak berolah raga. Salah satu hakekat puasa adalah mengolah bathin manusia agar peka terhadap persoalan-persoalan kemanusian dan kemasyarakatan . Bahkan dalam perpektif kesehatan puasa juga merupakan sarana olah fisik untuk menuju kehidupan biologis yang lebih sehat.

                Secara biologis puasa memang sedikit banyak akan mempengaruhi jam biologis dan mekanisme metabolisme tubuh, tetapi itu sifatnya hanya sementara. Setelah tubuh berhasil beradaptasi dengan kondisi berpuasa tersebut, maka dengan sendirinya jam biologis dan mekanisme metabolisme tuibuh akan kembali normal seperti ketika kita belum menjalankan puasa sebulan penuh. Oleh karena itu sangat tidak benar bila orang berpuasa itu hanya tidur-tiduran melulu dengan alasan untuk menghemat energi dan malas melakukan aktivitas kera atau berolah raga. Mengurangi porsi kerja atau berolah raga boleh lah, yang tidak boleh adalah menghentikan aktivitas kerja atau olah raga sama sekali.. Salah satu rahasia memperoleh kebugaran tubuh selama menjalankan puasa adalah mengkonsumsi makanan dan meniman dengan gizi seimbang dan olah raga yang teratur. Misalnya setelah subuh berjalan kaki keliling kampung, senam ringan menjelang ashar, dan jangan lupa sholat tarwih berjamaah dan tadarus al-quran tetap dijalankan sebagai ibadah sekaligus sebagai olah raga bathin yang luar biasa.

    Mari budayakan hidup sehat karena sehat adalah gaya Hidup.

    Selamat berolah raga.

    Semoga bermanfaat.

     

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Olahraga Dalam Psikologi Islam - Drs. Soleh Amini Yahman. MSi.Psikolog

    Terkini