• Jelajahi

    Copyright © Liputan Jateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Upaya Mahasiswa UNS Rintis Jare Jamur, Bantu Optimalisasi Produksi Petani Jamur di Desa Jatirejo, Karanganyar

    Last Updated 2022-07-23T00:57:20Z


    SOLO – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Fatata A'izza Rosyada merintis usaha Jatirejo Jamur atau yang disingkat dengan Jare Jamur. Usaha ini berawal dari skema bentuk pengabdian masyarakat bidang social entrepreneurship. 


    “Awal mula merintis bisnis ini berawal dari kegiatan kemahasiswaan yang sering dilakukan Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) FMIPA UNS berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat. Waktu itu kita ambil salah satu daerah yakni di Desa Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Kami melihat Desa Jatirejo memiliki potensi budidaya jamur yang besar. Bahkan per bulannya bisa menghasilkan 3-5 ton jamur per bulan, baik jamur tiram atau jamur kuping. Namun sayangnya hasil produksi jamur yang dipanen belum bisa dimaksimalkan oleh masyarakat desa. Hal ini karena keterbatasan akses teknologi dan akses pasar. Maka melihat permasalahan tersebut kami berupaya membantu masyarakat Desa Jatirejo dalam meningkatkan pengolahan pasca panen jamur,” jelas Fatata, Kamis (21/7/2022). 


    Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Fatata ini berfokus pada peningkatan nilai ekonomi jamur pasca panen. “Desa Jatirejo memiliki potensi jamur yang melimpah. Ada jamur tiram, jamur kuping, baik yang masih basah atau kering. Banyak pula petani jamur di sana. Kita juga melihat selama pandemi Covid-19 banyak petani jamur di Desa Jatirejo yang penghasilannya menurun. Permintaan pasar terutama pada jamur tiram juga cenderung turun. Melihat hal ini, kita tertarik untuk membantu menyiasati hal tersebut,” ujar Fatata. 


    Fatata yang juga menjadi semi-finalist di IdeaNation Innovation Competition tahun 2019 menambahkan bahwa selama ia bersama tim berada di Desa Jatirejo, banyak petani jamur yang menjual jamurnya secara mentah. Hal ini mengindikasikan sangat belum termanfaatkan pasca panen jamur dengan baik. Padahal ketika jamur dijual dalam keadaan setengah matang atau matang, bisa awet lebih lama, juga pemasaran pun menjadi lebih luas. 

    “Kemudian dari sekitar bulan April - Mei kita konsultasi bersama dosen pendamping dan ternyata ada Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Selanjutnya kita rancang skema kegiatan yang akan kita bawa ke masyarakat di desa tersebut. Dari hasil survei di lapangan, ternyata memang benar bahwa potensi jamur di Desa Jatirejo sangat melimpah namun untuk pemasaran masih terbatas. Setelah dilakukan survei pula, kita juga berinisiasi untuk mengolah produk jamur menjadi makanan,” terang Fatata. 

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Upaya Mahasiswa UNS Rintis Jare Jamur, Bantu Optimalisasi Produksi Petani Jamur di Desa Jatirejo, Karanganyar

    Terkini