Oleh:
Drs. Sri Suryana Dwi Atmaka
Guru Keterampilan di MAN Temanggung
Praktik kerja
lapangan atau PKL merupakan ajang belajar siswa untuk mengembangkan diri di
bidang kewirausahaan dan kerja nyata di lapangan dunia usaha dan industri.
Dengan kegiatan ini para siswa nantinya akan semakin dewasa. Mereka akan
mengetahui bagaimana suka dukanya orang berwirausaha. Para siswa pun akan
mempraktikkan langsung ilmu dari sekolah di dunia usaha yang sesuai dengan
keahliannya.
PKL ini umumnya
diterapkan bagi para siswa yang sekolah di SMK. Namun dalam perkembangannya
ternyata terdapat madrasah Aliyah yang mengembangkan keterampilan. Misalnya di
madrasah Aliyah Negeri Temanggung memiliki empat buah program keterampilan.
Salah satu program keterampilan yang cukup favorit adalah keterampilan teknik
dan bisnis sepeda motor atau disingkat TBSM. Selain bekal teori yang diberikan
oleh guru mereka juga dilatih dengan beberapa
praktik sebelumnya. Hal tersebut dilakukan agar para siswa lebih siap
untuk melakukan PKL.
Kegiatan PKL tersebut
dilakukan oleh para siswa dengan mengambil lokasi yang cukup dekat dengan
rumahnya. Namun demikian ternyata dalam pelaksanaannya masih ada beberapa siswa
yang tidak mampu untuk mencari lokasi tempat PKL nya. Ada yang merasa malu, ada
pula yang masih ragu ragu dengan kemampuannya, dan ada yang memiliki alasan
lainnya. Sehingga pada saat dimulainya PKL masih ada beberapa siswa yang belum
melaksanakannya. Kejadian ini cukup membuat keprihatinan bagi guru
pembimbingnya. Lalu bagaimana sebaiknya guru memecahkan hal tersebut?
Langkah pertama, meminta para
siswa jauh-jauh sebelumnya untuk mengunjungi calon lokasi PKL-nya. Biarkan
mereka mencari lokasi sendiri-sendiri sesuai dengan keinginannya. Hal ini
dimaksudkan agar mereka berlatih dan belajar untuk bergaul atau berkomunikasi
dengan orang lain yang memiliki usaha.
Bagi para siswa yang sudah memiliki wawasan tentang calon lokasinya
perlu dicatat. Demikian pula para siswa yang kesulitan mencari lokasinya juga
perlu diperhatikan.
Langkah kedua adalah
dengan memberikan pembekalan. Pembekalan ini dilakukan oleh seluruh guru dan
pimpinan yang masuk dalam tim PKL. Para siswa di berbagai jurusan keterampilan
dikumpulkan menjadi satu, kemudian diberikan pengarahan, pembinaan dan wawasan
tambahan oleh para pembimbing. Hal ini agar mereka semakin mantap baik dari
moral maupun spiritualnya.
Langkah berikutnya adalah
guru pembimbing harus melakukan monitoring berupa kunjungan pertama ke lokasi PKL.
Hal ini penting dilakukan agar guru dapat memastikan, apakah para siswa
benar-benar telah mengawali kegiatan PKL atau belum di sana. Selain itu, guru memiliki kesempatan untuk mengantarkan
siswanya maupun menyerahkan siswanya untuk dibimbing oleh para pengelola di
dunia usaha tersebut. Dalam kesempatan ini guru dapat menjelaskan langsung
kepada para pengelola tentang kondisi yang sebenarnya terhadap keadaan para
siswanya kepada pengelola usaha itu. Sembari kunjungan perdana ini digunakan
untuk menarik menjalin tali silaturahmi dan saling mendoakan. Di sana juga guru
memberikan penguatan, nasihat langsung kepada para siswa agar tetap semangat
dan menekuni PKL-nya.
Langkah berikutnya,
apabila terdapat beberapa siswa yang masih belum mengikuti PKL, maka guru perlu
mendekati siswa untuk bisa dicarikan lokasi PKL. Memang pada tahap ini
terkadang agak merepotkan juga. Tetapi inilah bentuk perhatian guru terhadap
peserta didiknya. Memang beraneka ragam karakteristik siswa yang dihadapi.
Monitoring atau kunjugan guru
pembimbing ke dunia usaha tidak dilakukan hanya sekali saja. Perlu dilakukan
kunjungan yang terencana dan periodis. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui
perkembangan peserta didiknya melakukan PKL.
Dengan melakukan kunjungan seperti ini diharapkan akan semakin menambah
semangat dan percaya diri bagi siswa itu sendiri. Berikan beberapa nasihat atau
mungkin menampung beberapa kesulitan dan permasalahan yang terjadi.
Pada era perkembangan
digital seperti ini, guru dapat memanfaatkan juga WhatsApp group. Dengan
demikian guru pembimbing dapat memberikan pesan, saran, dan menampung aspirasi
dari para peserta didiknya. Mempersilahkan para siswa untuk bertanya apabila
terjadi kendala atau kejadian lainnya.
Pada kenyataan bahwa
lokasi PKL itu menyebar hingga berjarak jauh dari lokasi satu ke lokasi
lainnya. Untuk itulah guru perlu memiliki nomor kontak handphone atau telepon
dari pemilik dunia usaha. Dengan demikian guru pembimbing dapat menanyakan
perkembangan para siswanya secara insidental.
Langkah terakhir
umumnya para guru pembimbing akan berkunjung ke lokasi dunia usaha tempat PKL
siswanya. Hal ini dimaksudkan untuk
mengucapkan rasa terima kasih atas kerjasamanya dan memohonkan maaf selama membimbing siswanya di dunia usaha atau
bengkel. Juga untuk memohon menarik kembali para siswa dari lokasi PKL karena
akan segera memasuki kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Ternyata tidak cukup
itu saja, setelah para siswa melaksanakan PKL masih dituntut untuk membuat
laporan. Memang ada siswa yang sudah cakap dan mampu membuat laporan itu,
tetapi terkadang ada beberapa siswa yang masih kebingungan. Nah peran guru di
sini juga masih penting untuk membimbing dalam membuat laporan. Karena pada
umumnya pelaporan tersebut harus disusun dan kemudian dipresentasikan untuk
mendapatkan penilaian.
Dengan terjalinnya
hubungan antara para siswa, guru pembimbing dan pengelola dunia usaha, tentunya
akan semakin meningkatkan prestasi. Kedewasaan siswa akan bertambah,
pengetahuan siswa akan meningkat, keterampilan siswa pun akan semakin bagus.
Bio Data
Penulis
Nama : Drs. Sri Suryana Dwi Atmaka
Guru : Keterampilan
Instansi: MAN
Temanggung
Alamat : Jl. Jend. Sudirman 184 Temanggung, Jawa
Tengah
HP : 085228142403
Email : srisuryanadwiatmaka@gmail.com