Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun memiliki keinginan untuk mengeksplor selera makannya. Jadi, wajar jika muncul keinginan pada Si Kecil untuk mencoba makanan pedas. Namun, sejak kapankah anak boleh diberikan makanan pedas?
Makanan pedas dapat menimbulkan sensasi panas atau bahkan
rasa terbakar pada lidah dan mulut. Meski ada yang membenci sensasi ini, pada
sebagian orang, sensasi ini malah bisa meningkatkan nafsu makan.
Selain itu, senyawa aktif dalam
makanan pedas juga diketahui bisa memberikan manfaat untuk tubuh, di antaranya
mempercepat proses metabolisme, bertindak sebagai antiinflamasi, membantu tubuh
menangkal bakteri penyebab penyakit, serta mampu melawan sel kanker di dalam
tubuh.
Waktu Terbaik
Memperkenalkan Makanan Pedas pada Anak
Sebenarnya,
sejak buah hati berada di dalam kandungan hingga menyusu, ia sudah bisa
mengenal beragam macam rasa dari makanan atau minuman yang Bunda konsumsi, tak
terkecuali rasa pedas.
Jadi, jika
selama hamil dan menyusui Bunda sering mengonsumsi makanan pedas, ada
kemungkinan Si Kecil akan bisa menerima rasa pedas dengan lebih baik.
Meski begitu,
pemberian makanan pedas secara langsung pada anak harus dilakukan dengan
hati-hati karena bisa mengiritasi dan menimbulkan gangguan pencernaan,
seperti sakit perut.
Berikut adalah
beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk memperkenalkan makanan pedas kepada
Si Kecil:
- Mulailah perkenalkan makanan dengan rempah-rempah yang
tidak terlalu pedas, misalnya jahe, bawang putih, atau lengkuas.
- Kenalkan makanan pedas dalam jumlah sedikit terlebih
dahulu.
- Amati reaksi Si Kecil setelah makan makanan pedas.
- Hentikan pemberian makanan atau ganti dengan makanan
lain yang Si Kecil sukai jika reaksinya tidak baik, misalnya menangis atau
kepedasan.
Bunda bisa
memperkenalkan makanan pedas kembali dengan cara yang sama ketika Si Kecil
telah berusia 1 tahun. Pada usia ini, anak biasanya sudah bisa menerima makanan
dengan yang lebih baik. Selain itu, risiko terjadinya gangguan pencernaan
karena makanan pedas juga akan lebih kecil.
Tidak ada
larangan memberikan makanan pedas kepada anak. Sesekali, Bunda boleh, kok,
mengajak Si Kecil ikut menikmati makanan pedas. Namun, pastikan makanan pedas
yang diberikan memiliki tingkat kepedasan yang rendah.
Selain itu,
penting untuk memantau reaksi pada Si Kecil ketika diberikan makanan pedas,
karena sebagian anak mungkin bisa mengalami reaksi alergi terhadap makanan pedas.
Reaksi yang terjadi memang agak mirip dengan reaksi kepedasan, tetapi ada yang
bisa dibedakan dari keduanya.(dilansir dari alodokter.com)